Training Swiftwater Rescue Technician – Rescue 3 di Indonesia

Di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi dan tingginya aktivitas masyarakat di ruang-ruang alam terbuka, kebutuhan akan standar keselamatan yang lebih baik menjadi semakin mendesak. Berangkat dari kesadaran tersebut, Jelajah Outdoor telah sukses menyelenggarakan kegiatan Training Swiftwater and Flood Rescue Technician (SRT) dari Rescue 3 International pada 14–17 Februari 2026 di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan selamat, sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat standar kompetensi penyelamatan arus deras di tingkat nasional. Lebih dari sekadar agenda pelatihan teknis, penyelenggaraan SRT ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Jelajah Outdoor dalam meningkatkan aspek keselamatan kegiatan alam terbuka serta membuka akses pelatihan dan pembelajaran yang setara bagi seluruh pelaku aktivitas outdoor.

Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berbicara tentang teknik penyelamatan, tetapi juga tentang membangun budaya keselamatan (safety culture) yang berkelanjutan dan inklusif.

[Lihat Pendekatan Keselamatan dan Manajemen Risiko]

Sarasehan dalam rangka SRT 2026 - Batoo Farm

Mengawali dengan Sarasehan: Menata Ekosistem Relawan Swiftwater Rescue

Rangkaian kegiatan diawali pada 14 Februari 2026 melalui pembukaan resmi dan sarasehan bertajuk “Menata Ekosistem Relawan di Bidang Swiftwater Rescue.” Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum memasuki pelatihan teknis.

Forum tersebut menghadirkan dua praktisi dan ahli arus deras Indonesia, yaitu Tonny Dumalang dan Made Brown. Keduanya membagikan pengalaman lapangan sekaligus perspektif strategis mengenai tantangan dan peluang penguatan kapasitas relawan di bidang penyelamatan arus deras.

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka dan reflektif, mengemuka satu pemahaman bersama: semangat relawan adalah kekuatan, namun harus diperkuat dengan standar kompetensi yang jelas. Tanpa keseragaman bahasa teknis dan prosedur operasional, risiko miskomunikasi dan kesalahan dalam situasi darurat dapat meningkat.

Oleh karena itu, sarasehan ini menjadi ruang untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi lintas komunitas, serta mendorong terciptanya ekosistem relawan yang lebih profesional dan terstruktur. Bagi Jelajah Outdoor, membangun sistem yang kuat selalu dimulai dari kesepahaman bersama.

Menghadirkan Standar Internasional untuk Indonesia

Selanjutnya, pada 15–17 Februari 2026, kegiatan berlanjut dengan pelatihan Swiftwater and Flood Rescue Technician (SRT) dari Rescue 3 International. Program ini diselenggarakan bersama Nomad Adventure dan Indonesia Riverboarding Association, serta didukung oleh Batoo Farm Adventure dan Asosiasi Operator Arung Jeram Indonesia (IWWO).

Namun demikian, menghadirkan kurikulum internasional bukan sekadar membawa nama besar lembaga global. Sebaliknya, langkah ini merupakan bagian dari misi Jelajah Outdoor untuk membuka akses pembelajaran berstandar global agar dapat dijangkau oleh lebih banyak pihak di Indonesia.

Selama ini, pelatihan bersertifikasi internasional sering kali memiliki keterbatasan akses. Padahal, risiko di lapangan tidak membedakan latar belakang—baik relawan komunitas, operator wisata sungai, pemandu arung jeram, maupun pegiat kegiatan alam lainnya sama-sama berpotensi menghadapi kondisi darurat.

Karena itu, melalui penyelenggaraan SRT ini, Jelajah Outdoor berupaya memastikan bahwa standar keselamatan internasional dapat dipelajari dan diterapkan secara lebih luas di Indonesia.

Swiftwater and flood rescue technician training 2026

Pendekatan Pelatihan yang Sistematis dan Komprehensif

Pelatihan SRT dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur. Pertama-tama, peserta mengikuti sesi kelas yang membahas filosofi Rescue 3, prinsip keselamatan penyelamat, serta kerangka manajemen risiko dalam operasi arus deras.

Selanjutnya, peserta mempelajari hidrolika sungai untuk memahami dinamika arus, formasi gelombang, hole, eddy, dan potensi bahaya lainnya. Pemahaman ini menjadi landasan penting sebelum praktik dilakukan.

Kemudian, pelatihan berlanjut pada simulasi di darat, di mana peserta mempraktikkan sistem tali, manajemen anchor, serta penerapan mechanical advantage. Setiap teknik tidak hanya diajarkan secara prosedural, melainkan juga dijelaskan rasional keselamatannya. Dengan demikian, peserta memahami konteks di balik setiap keputusan teknis.

Akhirnya, seluruh materi diintegrasikan dalam praktik dan simulasi langsung di sungai. Pada tahap ini, peserta menguji keterampilan penyelamatan di air, teknik pengarungan dalam konteks operasi, komunikasi tim, hingga pengambilan keputusan dalam situasi dinamis.

Pendekatan berlapis ini memastikan bahwa pembelajaran berlangsung secara menyeluruh—menggabungkan teori, praktik, serta pembentukan pola pikir keselamatan.

Menanamkan Safety Mindset sebagai Fondasi

Lebih jauh lagi, yang menjadi fokus utama dalam pelatihan ini adalah pembentukan safety mindset. Dalam konteks arus deras, kondisi lingkungan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, kemampuan membaca risiko dan menyesuaikan strategi menjadi kompetensi inti.

Prinsip bahwa keselamatan penyelamat adalah prioritas utama terus ditekankan sepanjang pelatihan. Sebab pada akhirnya, operasi penyelamatan yang efektif hanya dapat dilakukan oleh tim yang bekerja dengan aman dan terkontrol.

Melalui pendekatan berbasis skenario, peserta tidak hanya berlatih keterampilan teknis, tetapi juga melatih kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan.

Komitmen Berkelanjutan Jelajah Outdoor

Keberhasilan penyelenggaraan Pelatihan SRT – Rescue 3 ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Jelajah Outdoor dalam membangun ekosistem kegiatan alam terbuka yang lebih aman dan profesional.

Ke depan, komitmen untuk meningkatkan standar keselamatan serta memperluas akses pembelajaran akan terus menjadi prioritas. Jelajah Outdoor percaya bahwa keselamatan bukanlah privilese segelintir orang, melainkan kebutuhan bersama yang harus diupayakan secara kolektif dan berkelanjutan.

Dengan menghadirkan standar internasional di Indonesia serta membangun kolaborasi lintas komunitas, langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyelamatan arus deras secara nasional.

Pada akhirnya, setiap upaya peningkatan kompetensi adalah investasi jangka panjang—bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi keselamatan masyarakat luas.

Peyediaan Pelatihan Terkait Aspek Keselamatan di Alam Terbuka

Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan standar keselamatan dan profesionalisme dalam kegiatan alam bebas di Indonesia, Jelajah Outdoor membuka berbagai kelas dan pelatihan yang berfokus pada aspek keselamatan dan manajemen risiko. Program yang tersedia antara lain Pertolongan Pertama di Alam Bebas (Wilderness First Aid), yang membekali peserta dengan keterampilan pertolongan pertama di lingkungan terpencil; Manajemen Resiko pada Kegiatan di Alam dan Petualangan (Risk Management for Outdoor Programs), yang dirancang untuk membantu penyelenggara, fasilitator, dan pemimpin kegiatan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko; serta berbagai pelatihan lain yang relevan dengan keselamatan di lingkungan alam dan kegiatan petualangan.

Seluruh pelatihan dirancang berbasis experiential learning, mengacu pada praktik dan kurikulum yang diakui secara global, serta disesuaikan dengan konteks dan tantangan lingkungan alam di Indonesia. Melalui program ini, Jelajah Outdoor bertujuan mendukung pengembangan kapasitas individu, organisasi, dan komunitas agar mampu merencanakan dan menjalankan kegiatan alam bebas secara aman, bertanggung jawab, dan profesional. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihan, kurikulum, dan kerja sama program dapat diperoleh dengan menghubungi tim Jelajah Outdoor.

more resources

Sign up for more inspiration

Get notified about new articles